Sungguh indah terasa saat hati ini melihatnya. Perasaan cinta yang hanya tertuju pada dia yang sanggup membuatku merasa bahagia. Namun terkadang hati bertanya, haruskah tangan ini meraihnya dan berusaha mendapatkan cintanya? No, hal itu hanya akan menunjukkan betapa aku egois dan tak peduli padanya. Tak perlu ku bersanding dengannya karena tak pantas diri ini membebani gerak langkah kakinya. Ingin hati selalu berjalan bersama dan melangkah mengarungi waktu berdua. Namun sekali lagi ku teringat dan menyadari betapa apa yang kumiliki tak sepadan dengan yang seharusnya dia terima.
Bukanlah uang, jabatan atau apapun itu yang membuatku risau. Semua itu bukanlah masalah buatku. Tapi ku hanya merasa dia sungguh luar biasa. Seorang biasa dengan segala kekurangannya namun terlihat bagiku bak tuan putri yang akan selalu kuhormati. Entah mengapa, semakin ku mencintai seseorang, semakin besar rasa sayang dan juga rasa hormatku padanya. Bukan kecantikan yang kuinginkan. Ataupun segala bentuk keindahan yang selalu ingin dilebihkan. Hanya kebaikan hati dan sikap apa adanya yang membuatku jatuh hati.
Ku hanya bisa melihatnya. Dan ku sudah merasa cukup dengan hal itu. Tak perlu meraih atau mengatakan cinta. Karena rasa cinta bukan untuk dikatakan saja. Apa yang kupikirkan dan kulakukan karena ku mencintai dia yang selalu kuharapkan. Tak ingin hati meminta jika tak ada yang memberi. Menerima tentunya lebih baik daripada mengharapkan. Perasaan sayang memang unik. Aku sayang padamu. Dan itu adalah fakta yang membuatku tetap bertahan dalam segala hal. Aku takut padanya. Ya itu mungkin benar. Karena ku takut esok hari mungkin ku lupa atau tak bisa mengingatnya lagi.
Takutlah pada janji yang tidak bisa ditepati.
BalasHapusJanji termasuk salah satu hal yang harus ditepati. :)
HapusSaya suka sekali dengan komentar tersebut.
Perasaan sayang memang sulit diungkapkan. :)